You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki: Yang Buang Kabel ke Saluran, Pintar
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Basuki Ingin PPSU Identifikasi Penyebab Genangan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terus melakukan penanganan saluran sehingga mampu mengidentifikasi penyebab genangan di satu lokasi.

Makanya kita suruh PPSU, mana ada genangan cek. Sekarang gak ada genangan aja musti turun

"Makanya kita suruh PPSU, mana ada genangan cek. Sekarang gak ada genangan aja musti turun," ujarnya, Rabu (2/3).

Ini karena beberapa hari terakhir petugas menemukan penyebab genangan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, yaitu adanya penyumbatan saluran air. Kulit-kulit kabel berada di dalam saluran air, yang mengakibatkan aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan. Setelah dibersihkan, kulit kabel diangkut dengan 12 truk.

Basuki Tak Ambil Pusing Kabel di Saluran

Terkait kasus penemuan kulit kabel di dalam saluran, Basuki mengaku sudah melaporkan ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, pelaku pembuang kabel tergolong pintar. Pelaku mengetahui persis saat saluran tersumbat, aliran air terganggu dan memicu genangan.

"Saya pikir mana mungkin ini ring 1 tergenang selama sana sini beres. Jadi yang sengaja atau enggak sengaja taro kabel itu, dia pintar sebetulnya. Dia ingin saluran ini ketutup," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1205 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati